KLIK188 CARA DAFTAR TOGEL – Emosian Diego Costa

CARA DAFTAR TOGEL
KLIK188 CARA DAFTAR TOGEL – Emosian Diego Costa

 

KLIK188 | CARA DAFTAR TOGEL HONGKONG – Berbadan besar dan kekar, sorot matanya tajam, serta ngotot di lapangan. Diego Costa punya semua tampang untuk mengintimidasi para pemain lawan. Apalagi dia kadang lepas kendali, makin sangarlah.

Jika kesangaran seorang penyerang diukur dari gol-golnya, maka Costa sudah sangat layak mendapatkan gelar tersebut. 17 gol dari 19 penampilan di Premier League jadi sebuah bukti sahih, plus dua assist yang disumbangkannya. Artinya, selama 19 kali bermain itulah dia memberikan kontribusi langsung terhadap gol timnya.

Tapi tak cuma mendatangkan mala untuk pertahanan tim-tim lawannya, dia juga punya citra yang sangar dalam arti sesungguhnya. Penyerang 26 tahun itu tak segan berduel, tubruk sana tubruk sini, juga memprovokasi pemain lawan. Kasar, itulah citra yang melekat di sosok pemain berdarah Brasil tersebut sejak masih bermain di Atletico Madrid.

Karakter keras ini tak lepas dari masa kecil Costa yang hidup kesusahan. Dia tumbuh sebagai pemain yang tertempat di laga jalanan, terbiasa melihat para pemain saling sikut satu sama lain.

“Di lapangan, saya berkelahi dengan siapapun, saya tidak bisa mengontrol diri saya. Saya menghina semua orang. Saya tidak punya rasa hormat untuk lawan, saya bahkan berpikir saya harus membunuh mereka,” ujarnya kepada El Pais pada 2012 silam.

“Anak-anak yang tumbuh dengan bermain di akademi diajarkan untuk mengontrol diri mereka dan menghormati yang lain, tapi tidak ada satu orang pun yang pernah mengatakan pada saya sebaliknya.”

“Saya tak punya sekolah untuk mengajari itu. Saya terbiasa melihat para pemain saling sikut satu sama lain di wajah dan saya pikir itu normal,” tutupnya.

Karakter keras itu akhirnya makin menonjol saat dia memperkuat Atletico. Atletico kurang lebih adalah gambaran Costa dalam wujud tim: keras, bertenaga, dan menghalalkan duel-duel fisik. Kenyataannya, baik Costa dan Atletico meraih sukses dengan gaya tersebut. Mereka menjuarai Liga Spanyol dan hampir meraih titel Liga Champions, meski pada akhirnya harus puas sebagai runner up. Di musim itu, Costa mencetak total 36 gol dari 51 laga.

Costa dan Atletico pada akhirnya berpisah jalan. Pemain tim nasional Spanyol itu bergabung dengan Chelsea. Pada laga pertamanya di Liga Inggris, dia langsung menyumbangkan gol. Ketajamannya tak menurun, tapi begitu pula dengan karakternya.

Hanya butuh 30 menit untuknya mendapatkan kartu kuning pertama di Premier League. Sampai saat ini sudah delapan kartu kuning diterima dari 27 penampilan di semuan ajang. Sepanjang kariernya, dia tercatat sudah mengoleksi 96 kartu kuning, empat kartu merah karena mendapatkan dua kartu kuning lebih dahulu, dan empat kartu merah langsung dari 299 pertandingan.

Dia beruntung tak menambah koleksi kartu merahnya saat Chelsea menghadapi Liverpool di semifinal leg II Piala Liga Inggris, Rabu (28/1/2015) dinihari WIB tadi. Dua kali dia menginjak kaki lawan, dua kali pula luput dari mata wasit.

Pertama, dia menginjak kaki Emre Can saat berduel di dekat garis tepi lapangan. Insiden ini memicu emosi Can, sehingga sempat panas sebelum kemudian ditenangkan. Berikutnya dia juga melakukan hal hampir serupa saat terlibat perebutan bola dengan Martin Skrtel. Hanya saja, kejadian yang kedua ini lebih tampak tak disengaja ketimbang yang pertama.

Kelakuan Costa tersebut tak luput dari pengamatan analis Sky Sports, Thierry Henry. Henry menyebut Costa bertindak melebihi batas dan selayaknya diusir wasit.

“Anda bisa melihat dengan jelas bahwa dia bermaksud melakukannya,” kata Henry dikutip Sky Sports.

“Saya menyukai penguasaan bolanya, saya menyukai agresinya, tapi dia bertindak terlalu jauh di sana,” tambahnya.

Untuk bermain togel Singapura, dapat dibaca panduan CARA DAFTAR TOGEL SINGAPURA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *